Monday, 21 February 2011

Dibalik hepatoma - 24 Peb 2011

"halo...lagi ngapain yah" tanyaku pada ayah memulai pembicaraan via telpon selulerku malam itu. Keberadaanku malam itu sengaja kusembunyikan dari keluargaku, memang sudah menjadi kebiasaan untuk tidak memberitahukan kedatanganku ke rumah saat waktu cuti dari kantor tiba."Kamu lagi dimana de ? " tanya ayah padaku. "nie lagi di sini aja, baru pulang kerja...." jawabku singkat. "Kapan kamu cuti de ? " ade adalah panggilanku di rumah sejak kecil karena aku adalah anak bungsu."wah masih lama yah, kan 2 bulan lalu barusan cuti, mestinya akhir bulan desember nanti baru dapat cuti lagi. Napa yah ? " Nie ayah kayaknya sakit, mau nunggu kamu pulang cuti saja maksudnya ayah. Kayaknya ayah mau masuk rumah sakit....." ujar ayah. Aku sedikit tertahan untuk melanjutkan pembicaraan ini dan menahan agar tetap tidak sampai membocorkan kedatanganku besok ke rumah.

Aku kemudian mengalihkan pembicaraan ke lukisan abstrak yang beberapa waktu aku pesan online via internet. Kebetulan aku adalah pecinta seni lukis sejak kecil. "gimana yah, lukisannya...bagus gak...ayah pasang dimana lukisannya ?" tanyaku pada ayah. "bagus nak...bagus...ayah ampe gak tahu lukisannya mau dipasang bagaimana...soalnya gak ketahuan mana yang atas dan mana yang bawah. Nanti pas kamu pulang aja baru dipasang, sementara masih ayah taruh di kamarmu" lanjut ayah. "heheeeheee...ya namanya juga lukisan abstrak yah...tapi bisa kok keliatan mana yang atas dan bawahnya...syukurlah kalo bagus, aku jadi gak sabar pulang dan pengen ngeliat lukisannya" jawabku. Sebelum mengakhiri pembicaraanku sempat aku memastikan bahwa besok rumah gak kosong untuk menyambut kedatanganku dan saat itu aku sudah memulai perjalanan dengan bus malam menuju bandara di kota M dan kemudian melanjutkan penerbangan pagi menggunakan pesawat pertama.

Akhirnya tanggal 22 November 2010 sampai juga aku di kota M. Rumah nampak sepi, jendela dan pintu tertutup rapat, yang terlihat hanya si mio sporty yang sedang parkir di dalam garasi, motor hadiah dariku buat ayah beberapa tahun lalu. Tak biasanya motor dibiarkan di luar dan rumah ditinggalkan kosong seperti ini. Akhirnya aku mencoba menelpon ke hp kakakku, dan mendapatkan kabar kalau ayah semalam muntah muntah dan di bawa ke salah satu rumah sakit swasta di kota ini. Aku pun bergegas ke sana dengan sejumlah pertanyaan didalam benak. "tok...tok..tok...assalamualaikum...." aku langsung saja menampakkan diri di balik daun pintu kamar perawatan ayah. Aku masih berusaha becanda untuk memecah keheningan di kamar rumah sakit...Aku hampiri ayah dan mencium tangannya juga pipi kanan dan kiri...tampak ayah mengeluarkan air matanya pertanda haru dan kaget melihat kedatanganku yang mendadak...yaaah.. kali ini aku tidak memberikan surprise kedatanganku di rumah melainkan di rumah sakit...tapi gak pa2 semoga kedatanganku kali ini justru bisa membawa semangat baru buat ayah.

Hampir sepuluh hari aku menemani ayah di rumah sakit...makan...tidur..mandi..semuanya kulakukan di rumah sakit. Akhirnya terbiasa juga. Ternyata ada beberapa hal yang kerasa ribet di rumah sakit ini, hingga akhirnya aku mesti putuskan untuk melakukan pengecekan salah satu uji lab di salah satu laboratorium profesional di luar dan CT scan di salah satu rumah sakit swasta lainnya. Setelah hari ke 9 barulah semua data lab terkumpul dan didiagnosa dokter. Siang itu saat kunjungan dokter, ayah dikabarkan sudah bisa pulang hari ini. Berita yang melegakan tetapi penuh tanda tanya...dan akhirnya akupun dipanggil sebagai perwakilan keluarga walaupun ibu ada saat itu...dan kabar yang aku dapatkan membuat pikiranku bertambah kacau dan sedih...ayahku menderita hepatoma atau kanker hati...sel2 kanker itu sudah menyelimuti permukaan hatinya dan kondisinya sudah berbenjol2. Padahal nama penyakit ini baru saja hinggap dalam ingatanku, karena telah menyebabkan dipanggilnya mantan rekan kerjaku disini oleh sang Khalik beberapa bulan lalu. Penyakit yang sama sekali tidak ada dalam pikiranku bakal terjadi pada keluarga ini. Dari sisi medis sudah tidak ada lagi perlakuan yang bisa dilakukan. Saran yang aku terima dari dokter hanyalah menyenangkan hati ayah. Berikan apa yang beliau mau, tidak ada pantangan makanan buat beliau... ayah semoga ayah sabar ya... hingga saat ini beliau masih dalam pengobatan alternatif walaupun kabarnya sudah sulit untuk diobati dan hanya bisa bertahan beberapa bulan mendatang...

Maafkan aku karena tidak bisa menemani ayah saat ini karena harus memulai kerja lagi, doa selalu kupanjatkan buat kesehatan ayah. Aku berharap masih bisa mengajak ayah plesiran lagi ketika cuti berikutku tiba.
Semoga ujian ini dapat dilewati... buat ayah di seberang sana...tetap optimis...semangat dan sabar...amiiin...

---------------
Bagian 2

Saat ini memasuki bulan ke 2 masa pengobatan ayah. Bulan ini adalah bulan dimana bapak yang mengobati ayah pernah mengatakan sebelumnya kalau paling hebat ayah bisa melewati tahun baru china ini. Alhamdulillah sementara ini Allah mengatakan lain, saat ini ayah terlihat mulai membaik...walaupun aku belum bisa yakin 100%, karena belum melakukan test laboratorium lagi.

Hari ini 21 Peb 2011, kami coba membawa ke dokter spesialis yang dulu pernah merawatnya di rumah sakit hanya ingin sekedar mendapatkan surat rujukan untuk pemeriksaan laboratorium. Dan berita tak enak diperdengarkan kepada kami, sang dokter masih seperti awalnya...pesimis dan mengatakan "jangan berharap bisa sembuh" dan..."mengapa harus buang2 duit untuk pengobatan alternatif ini". Bagi kami biarlah dengan pendapat dokter, karena bukan dokter penentunya, yang kami butuhkan adalah rekomendasi dokter tentang apa saja yang mesti dicek di laboratorium. Memang dana yang dikeluarkan untuk pengobatan ayah ini termasuk mahal, tetapi kami tetap berusaha demi sebuah kesembuhan dan dengan pengharapan bisa dinyatakan sembuh secara medis.Dari jauh aku selalu berusaha untuk menghubungi dan memberikan support buat beliau. Pengobatan herbal dan refleksi masih terus dilakukan rutin tiap 2 minggu sekali...semoga cepat sembuh ayah...

Bagian 3

Hari ini tanggal 24 Peb 2011, tidur siangku dibangunkan oleh suara deringan hp. Ternyata panggilan dari kakakku yang mengabarkan hasil uji laboratorium kemarin...ya Allah berikanlah perubahan baik baginya...doaku dalam hati...ternyata Allah berkata lain, hasil labnya menunjukkan kondisi yang memburuk dibandingkan sebelumnya. Salah satu hasil cek darah adalah AFP, informasinya ini adalah indikasi kanker dalam hati. Saat beliau pertama sakit menunjukkan angka 600 tetapi saat ini 2500...masya Allah....Tertegun dan diam sambil mengambil napas perlahan dan otak ini kembali berputar. Dari seberang sana menunggu saranku....dan saranku adalah agar saat melapor ke dokternya, ayah tidak perlu untuk dibawa hanya untuk menjaga ketegaran hati beliau...dan pengobatan ini sementara tetap dilanjutkan karena cukup membantu memperkuat kondisi ayah saat ini...semoga ada jalan keluar saat keluarga disana berkonsultasi dengan bapak yang saat ini mengobati ayahku.... harapan selalu kuhembuskan dalam hati dan pikiran...hanya satu hembusan...hembusan Ilahi yang bisa mengalahkannya...ya Allah disetiap doaku selalu kupanjatkan kehadiratMu untuk kesembuhan ayah...

Bagian 4

....jika terjadi maka kesembuhan ayah adalah mukjizat... namun keyakinan bahwa semua penyakit pasti ada obatnya masih tertanam dalam palung keyakinan...semoga Allah mengabulkan doa kami....

55 comments:

  1. Subhanallah, gerimis hati saya baca kisahmu Nit. Betapa sayangnya kalian berdua, saya benar2 suka sikapmu pada ayah tercintamu kawan. Ah, mata saya meleleh ingat sama ayah saya di Boogor. Ninooooooooooooooooooooot kau membuat saya cengeng...

    *semoga lekas sembuh ya ayahnya, syafakallah...:)

    ReplyDelete
  2. haduh,,, ayah saya juga lagi sakit...
    semoga semuanya lekas sembuh... :20:

    ReplyDelete
  3. Semoga ayah nitnot cepat sembuh :)
    Hepatoma...
    Sepertinya ayahmu adalah seorang pekerja keras ya...

    ReplyDelete
  4. mas zulham semoga ayahnya juga cepat sembuh...

    mas andy & kakaakin terima kasih doanya...ini semua menjadi pelajaran bagi kita untuk menjaga kesehatan karena sehat itu mahal...

    ReplyDelete
  5. Subhanallah,, mata ini berkaca-kaca mmbaca postinganx
    Smga Allah mmberikan ksmbuhan untuk ayah mas Nitnot, tdak ada yg tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak
    ttap semangat tuk menyemangati ayahmu dan selalu brikan doa dan senyuman terindahmu yah mas ^_^

    ReplyDelete
  6. SEMOGA ayahnya sehat sehat saja,dan segala obat yg digunakan semoga bs bermanfaat buat ayah ya...

    ReplyDelete
  7. Semoga sang Ayah lekas diberikan kesembuhan. Meskipun gak bisa mendampingi saya yakin Sang Ayah mengerti, kok.

    ReplyDelete
  8. @ fitri : semangat tetap terpancar demi kesembuhan beliau, semoga dipermudah jalan kesembuhan dari Allah swt...amiin...

    @ situs & alamendah : terima kasih doanya..

    ReplyDelete
  9. semoga ayahnya cepat sembuh dan semuanya cepat membaik...

    ReplyDelete
  10. Assalamualaikum... semoga ayahnya cepat sembuh ya sob....

    ReplyDelete
  11. saya berdoa buat kesembuhan ayahmu..

    ReplyDelete
  12. Nitnot...
    tidak ada orang yang senang mengetahui orang yang dikasihinya menderita penyakit, apalagi separah itu. Tapi apa yang kita bisa buat adalah merelakan, berdoa dan menggunakan waktu yang ada sebaik mungkin.
    Semoga ayah Nitnot boleh merasakan anugerah Tuhan dan menikmatinya. Amin

    EM

    ReplyDelete
  13. Syafakalloh, semoga ALlah memberikan kemudahan dalam penyembuhan Bapaknya dan diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian

    ReplyDelete
  14. @ Ra-akun, archer & nyayu: amiin...semoga..

    @ mba melda : akhirnya ada mba melda di blog aku ini...iya mba, mungkin adalah salah satu ujian sekaligus anugrah yang beliau dapatkan...makasih mba...

    @ mas pakies : insya Allah...amiin...

    ReplyDelete
  15. Saya turut mendoakan mas nitnot alias ade...mudah2an ayah semakin sehat...dan bisa berkumpul sekeluarga semua dengan baik...

    amin

    ReplyDelete
  16. amiin makasih mbah jiwo.. :23:

    ReplyDelete
  17. semoga ayahnya bisa sembuh lg y mas..wah berat juga penyakitnya sy baru ndenger istilah hepatoma.. sabar aja ini ujian dr Allah

    ReplyDelete
  18. makasih kang ian kunjungan dan doanya...

    ReplyDelete
  19. jujur saya sangat merinding membaca kisah mu sob, aq hanya bisa doakan semoga ayah kamu cepat diberikan kesembuhan dan bisa kembali beraktifitas lagi, yang penting sebagai anak harus terus mendikan untuk kesembuhan ayah, dan ayah juga harus punya semangat untuk sembuh dan yakin tiap2 penyakit pasti ada obatnya salakan mau berusaha, sabar yah sob

    ReplyDelete
  20. rizky ... semangat itu bukan hanya dari orang yg berada disekelilingnya tetapi juga semangat untuk sembuh dari yang sakit sangat membantu proses penyembuhan...makasih mas rizky atas semangatnya...

    ReplyDelete
  21. :) yang sabar ya nit not..ayahmu pasti sembuh...^_^ yang pasti selalu kuatkan ayahmu dengan doa.. :)

    ReplyDelete
  22. maksih mba...doa adalah obat yang tak nampak tetapi mujarab...

    ReplyDelete
  23. Cerita ini mengingatkan say tentang orang tua saya, baru kemarin saya buat tulisannya di blog saya.
    Semoga penyakit ayahnya bisa disembuhkan dengan cara alternativ......
    Amiinn

    ReplyDelete
  24. iya nih aku harus matikan cookie control di firewall aku untuk tulis komentar di semua blogspot. Padahal udah di set spy bisa, ngga mempan juga

    EM

    ReplyDelete
  25. dhe ... semoga beliau tenang di alam sana mas...memang perhatian ayah ada yang tidak bisa disamakan dengan ibu, begitu pula sebaliknya...

    mba melda...syukurlah sekarang udah bisa ngasih komen kan di blogspot...dari dulu pengen mba melda mengunjungi blog ini...heheee...ngarep.com.... :30:

    ReplyDelete
  26. Semoga lekas sembuh yaaaaa...

    ReplyDelete
  27. tidak ada yang bisa menentukan nasib atau hidup orang kecuali Tuhan, bahkan dokter spesialis-pun... semoga ayahnya lekas sembuh....

    ReplyDelete
  28. @ rose : maksih mba ...

    @ irawan : benar mas, dokter hanyalah seorang manusia dan bukan sebagai penentu finalnya...

    ReplyDelete
  29. Semoga ayahnya segera sembuh seperti sedia kala

    ReplyDelete
  30. Yang sabar ya NitNot ...
    Mudahan² beliau segera sembuh, aminnn

    ReplyDelete
  31. Saya ikut mendoakan agar ayah sobat cepat sembuh seperti sedia kala , Amin

    ReplyDelete
  32. Subhanallah, Semoga Allah swt mengangkat semua penyakit dan memberikan kesembuhan pd Ayah tersayang , Nitnot........

    dan, Ayah diberikan kesabaran dlm menghadapi sakitnya ,amin
    salam

    ReplyDelete
  33. amiin...maksih doanya sob...

    ReplyDelete
  34. untuk yang mencintai ayahnya dan menanti kesembuhannya saya ucapkan semoga Tuhan melingkupi hidup anda dengan barokah dan kesabaran. salam buat keluarga

    ReplyDelete
  35. bundadontworry....makasih bunda...senang mendapat kunjungan dari bunda....

    ReplyDelete
  36. kalo kamu dipanggil ade, saya dpanggil mas..soalnya paling tua..

    semoga ayahnya cepet sembuh ya Notz.. bakti seorang anak selain dengan merawat juga dengan mendoakan, semoga lekas diberikan kesehatan utk ayah tercinta

    ReplyDelete
  37. bro...dokter hanya dapat memberikan diagnosa sebatas keilmuan yang dimiliknya. Sedangkan kesembuhan yang memberikan adalah yang MAHA KUASA. Ikhtiar...sampai semampunya hukumnya wajib...semoga ayahnya cepat sembuh yah

    ReplyDelete
  38. gaphe & om necky : terima kasih doanya...moga sembuh dan bisa beraktivitas kembali...

    ReplyDelete
  39. Sabar ya mas ninot,,, hiks-hiks... tidak ada yang mudah, dan saya percaya, apa yang diceritakan disini tidak sama sakitnya dari yang sebenarnya mas rasakan...

    saya turut mendoakan kesembuhan si ayah... :(

    ReplyDelete
  40. semoga ayah nya segera diberi kesembuhan, hanya Allah yang bisa memberi semua pertolongan.

    ReplyDelete
  41. iya mas prima...harus menerima dengan kesabaran mas...

    mkasih mas tony...

    ReplyDelete
  42. semoga Allah memberikan yg terbaik

    ReplyDelete
  43. nitnot....semoga nitnot dan keluarga diberi kesabaran dan keajaiban yang merubah segala hal menjadi lebih baik. Semoga selalu dalam kasih sayang dan lindungan Allah...

    ReplyDelete
  44. Ya Alloh sob, ane jadi keingetan almarhum ayah :( Smoga ayah ente diberikan Alloh SWT yang terbaik ya sob...cepet sembuh dan pulih kembali...

    ReplyDelete
  45. makasih mas todi atas doanya...saat ini kami masih terus berusaha untuk mecari pengobatan alternatif lainnya...

    ReplyDelete
  46. assalamualaikum, mas nitnot. semoga ayahanda lekas sembuh. saudara temanku juga sakit kanker hati. sekarang sedang terapi minum ramuan sarang semut. alhamdulilah kondisinya jadi lebih baik. kalau mas nitnot berkenan mencobanya, saya di rumah masih punya sarang semutnya...

    ReplyDelete
  47. mba arina, makasih tawarannya... bagaimana cara saya dapatkan sarang semutnya...

    ReplyDelete
  48. @NIT NOT:nanti saya kirim lewat jasa paket barang. berikan alamat ayah ke emailku ya? aryna.asmara@gmail.com semoga Allah memberi kesembuhan yang baik,

    ReplyDelete
  49. mba arina...akan aq kirimkan via email..makasih mba sebelumnya...

    ReplyDelete